Di malam
Ramadahan yaitu malam Lailatul Qadar ( malam kemuliaan ) & malam penuh
berkat ( Lailatul Mubarokah ) karena turunya permulaan Al – quraan & cahaya
terang ( Nur ) untuk menyinari seluruh alam.
Di suatu gua
di bukit Hira tidak jauh dari Kota Mekah, Nabi Muhammad S.A.W sedang berkhilwat
seorang diri untuk beribadat.
Pada malam itu
datanglah malaikat jibril sambil berkata “ aku ini Jibril & engkau
Rosulullah” lalu jibril lalu jibril menyuruh nabi membaca “Iqra”( Bacalah!)
karena nabi seorang ummi belum pernah membaca dan menulis, tentu saja tiada
sanggup melaksanaan perintah jibril, beliau hanya menjawab “ma ana biqari” (
aku tidak bisa membaca )
Serta merta
jibril memeluk nabi dengan keras sehingga merasa payah dan sesak nafasnya
setelah dilepaskan disuruh sekali lagi membaca tetapi nabi tetap tidak sanggup
membacanya lantas dipeluknya dengan keras sekali lagi yang juga membuat sesak
nafas beliau, setelah dilepas kembali, jibril mengucapkan :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ
الَّذِي خَلَقَ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ
عَلَقٍ
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا
لَمْ يَعْلَمْ
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
( Surat Al alaq : 1-5 )
( Surat Al alaq : 1-5 )
Selesai berucap ayat
tersebut jibril segera menghilang, kejadian tersebut baru pertama kalinya
dialami nabi sehingga nabi
merasa lemas, bingung & tiada duga akan terjadi atas dirinya.
Dengan perasaan harap & cemas nabi segera
meninggalkan gua Hira sampai di rumah nabi berseru kepada isterinya ( khadijah
) “zammiluni – zamimiluni” ( selimuti aku, selimuti aku!!) lalu nabi segera
diselimuti oleh Khadijah, kemudian nabi menceritakan kejadian yang baru pertama
kali dialaminya, dengan suara lembut khadijah menenangkan suaminya ( nabi ).
Khadijah mengajak nabi untuk menemui anak
pamanya bernama Waraqah bin Naufal seorang yang telah lanjut usia &
penganut agama Nasrani yang pernah menyalin sebagian dari kitab injil kedalam bahasa
Arab, lalu nabi menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada Waraqah,
setelah nabi menerangkan Waraqah menerangkan “ yang datang itu adalah Namus (
malaikat Jibril ) yang pernah menurunkan wahyu dari Tuhan kepada Nabi Musa.
Selanjutnya Warqah berkata “wahai, hendaknya
saya masih kuat ketika engkau diusir oleh kaum engkau, sehingga saya dapat
menolong” dengan penuh keheranan Nabi bertanya “ apakah aku akan diusir oleh
kaumku” Waraqah menjawab dengan tegas “ itu akan terjadi & pernah terjadi
pda Nabi – nabi terdahulu”
Dengan keterangan Warqah kini keduanya
mengerti (Nabi & isterinya) bahwa Nabi Muhammad telah dipilih Tuhan menjadi
Rosul menerima wahyu dari Allah dengan perantara malaikat Jibril, tugasnya
mengembangkan Agama Tuhan kepada umat Manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar